CARI PASANGAN YANG COCOK

Cari Pasangan – Salah satu yang dibutuhkan dalam suatu hubungan adalah kecocokan. Jika cocok maka hubungan akan bertambah lancar dan tentunya akan langgeng. Nah bagi Anda yang belum juga menemukan pasangan yang cocok, yuk temukan pasangan yang cocok untuk kalian disini. Tunggu apa lagi cari pasanganmu disini !

  1. Kenali Diri

Kenali visi dan misi hidup kita. Kenali rencana hidup kita kedepan. Kenali gaya hidup kita, karakter kita, kelemahan kita, penyakit kita, pandangan tentang pernikahan, dan lain sebagainya.

Penting juga untuk mengenali hal-hal yang kita harapkan dari pasangan. Juga mengenal hal-hal yang bisa ditoleransi dan tidak bisa ditoleransi. Misalnya saja terkait kerapihan, keaktifan istri, merokok, dan sebagainya. Penting untuk mengetahui pandangan dan sikap kita terhadap hal tersebut. Pandangan kita dipengaruhi oleh pengalaman, kebiasaan, lingkungan, dll. Misalnya, kamu (pria) punya ibu gesit pandai beres-beres, pandai memasak tapi kamu tidak pernah dilibatkan?

Kamu (pria) coba tanya pada diri sendiri:

  • apakah bagimu salah satu kriteria wajib istri yang baik apakah adalah wanita yang pandai beres-beres dan bisa masak enakkah?
  • bisakah mentoleransi kondisi rumah tidak rapih atau masakan dengan rasa tidak seenak masakan mamamu?
  • maukah kamu turut berpartisipasi membantu pekerjaan rumah?
  • bila calon istri mu tidak pandai membereskan rumah tidak pula pandai memasak apa yang akan kamu sampaikan dan lakukan ?
  • andai kamu merencanakan ada pembantu rumah tangga yang penting rumah bersih rapih, bagaimana kondisi keuanganmu. sanggupkah membayar?

Pengenalan diri ini mempermudah kita mendeteksi sosok yang cocok dan harmonis dengan kita. Poin ini dibahas lebih lanjut pada Bab “Aku Mengenal Diri, Maka Aku Mengenali Sosok Pasangan Hidup yang Diinginkan”

  1. Kenali Pasangan

Tentu kita tidak berharap menikah seperti membeli kucing dalam karung sehingga kita perlu mengenali calon terlebih dahulu. Pengenalan terhadap calon selama 5 tahun atau lebih belum tentu lebih baik dari yang 2 minggu. Hal ini tergantung apa konten dari komunikasi dan interaksi kita dengan calon.

Ketika niatan kita memang serius untuk menikah, tahap perkenalan ini bisa dilalui relatif singkat. Mengapa? Fokus kita mengenal apa dia bisa menjadi pasangan hidup yang selaras, bukan fokus membangun perasaan. Obrolan kita jadi lebih terarah yaitu dalam konteks untuk saling mengenal tanpa melebar ke sana ke mari. Kita tidak perlu menyentuh sang calon untuk lebih mengenalnya bukan? Wal hasil, kita menentukan mau lanjut proses menuju menikah atau tidak dengan pertimbangan akal sehat bukan karena terlanjur sayang.

Niat kita untuk menikah ialah menemukan pasangan yang bisa hidup selaras, yang kelebihan maupun kekurangannya siap untuk kita terima dan ambil konsekuensinya. Oleh karena itu, sejak awal proses perkenalan dengan pasangan kita dan sang calon saling terbuka tentang diri masing-masing. Bukan ingin tampak sangat sempurna demi tidak ditolak sang calon.

Kita dapat mengenali calon pasangan melalui “biodata perkenalan”, info dari teman dan saudaranya, dan dengan mengobrol langsung. Isi “biodata perkenalan” mirip dengan biodata yang digunakan untuk mencari kerja pada umumnya. Namun, dalam “biodata perkenalan” biasanya ada beberapa info tambahan antara lain:

  • karakter, kelebihan, dan kekurangan kita
  • kriteria suami/istri yang kita harapkan
  • pandangan seputar pernikahan (visi misi, peran suami dan istri dalam rumah tangga, dan sebagainya)
  • data dan gambaran tentang keluarga
  • penyakit berat yang pernah atau sedang diderita
  • penghasilan dan pengeluaran bulanan.

“Biodata perkenalan” sangat berperan dalam mempersingkat proses perkenalan ini. Banyak hal yang perlu kita ketahui dari calon sudah tercantum dalam biodata sehingga yang kita eksplorasi tinggal yang kurangnya saja. Selain itu, “biodata perkenalan” membantu menyampaikan informasi dari calon yang mungkin kita sungkan untuk tanyakan langsung secara lisan karena khawatir menyinggung atau karena alasan lainnya. Misalnya sang wanita sudah lulus S3, dia sungkan menanyakan langsung pada sang pria tingkat pendidikannya karena bila ternyata di bawahnya khawatir jadi menyinggung perasaan atau membuat minder sang pria. Bisa jadi kita juga sungkan menanyakan pekerjaan, penghasilan, dan kondisi kesehatan padahal itu penting untuk diketahui sejak sebelum menikah. “Biodata perkenalan” mencantumkan info tersebut sehingga kita dapat mengetahuinya tanpa perlu menanyakan secara lisan.

Selain itu, “biodata perkenalan” membantu kita untuk tetap berpikir dengan akal sehat. Dari “biodata perkenalan” kita bisa melihat apakah dia sesuai kriteria kita, dan apakah kita sesuai kriteria dia. Apakah kekurangannya bisa kita terima atau tidak.

Misalnya kita berkenalan dengan seseorang yang rupawan wajahnya. Kita dan dia sama-sama tertarik dan ingin berproses ke arah menikah. Lalu kita bertukar “biodata perkenalan” dengannya. Ternyata dirinya tidak sesuai dengan kriteria kita atau kekurangannya di area hal yang tidak dapat kita kompromikan. Meski dia rupawan kita bisa yakin untuk tidak melanjutkan proses lebih jauh dan hanya menjadi teman biasa saja.

Terkadang dengan melihat biodata saja kita bisa mengetahui apa perkenalan ini bisa lanjut ke tahap menuju menikah atau tidak. Sehingga kita bisa langsung hentikan proses kemudian lanjut mencari calon yang lain. Keputusannya jelas dan “gak pake lama”.

Bila setelah melihat biodata kita melihat ada kemungkinan kecocokan kita bisa lanjut ke pertemuan untuk pengenalan lebih lanjut. Kita tanyakan hal yang belum termuat di biodata, mengkonfirmasikan hal yang masih mengganjal, dan menjajaki apa ada kemungkinan dikompromikan sisi kekurangannya yang tidak sreg di hati kita. Sekaligus melihat secara langsung orangnya untuk melihat apakah kita bisa nyaman dan punya potensi untuk bisa tertarik dengannya atau tidak.

Dalam proses perkenalan, untuk pria hal lain yang biasanya juga dieksplorasi ialah tentang rencana menafkahi keluarga. Salah satu hal yang perlu digaris bawahi ialah mental penjemput rezeki dan bertanggung jawab lebih penting dibandingkan kondisi keuangannya saat ini.

Kita bisa juga menanyakan kepada calon pasangan  pandangannya mengenai:

  • peran istri/suami termasuk dalam tugas rumah tangga dan pengasuhan anak
  • pengaturan keuangan keluarga
  • status penghasilan suami/istri setelah menikah
  • peran suami/istri dalam menopang kebutuhan keluarga
  • bolehkah jika istri bekerja
  • bolehkah jika bersekolah lagi
  • atau hal lainnya yang kamu anggap perlu untuk diketahui

 

Jika ada ganjalan dan prasangka di hati, konfirmasikan sebelum nikah karena ganjalan di hati ini bisa berkembang menjadi prasangka buruk dan sumber konflik. Mana hal yang perlu dan yang tak perlu ditanyakan tiap orang berbeda. Karena ganjalan hati dan kondisi tiap orang berbeda.

Contohnya:

  • ada ganjelan kenapa dia tidak jadi menikah dengan orang yang berproses dengannya sebelum denganmu padahal mantannya lebih cantik kemudian memilihmu. Kamu bisa menanyakan alasannya tidak jadi dengan yang lama dan alasan ia memilihmu
  • ada prasangka mengenai kesetiaannya, kamu bisa tanyakan bagaimana komitmennya
  • ada ganjelan pekerjaannya, kamu bisa menanyakan bagaimana ikhtiarnya mencari penghasilan
  • ada ganjelan apakah dia bisa menerimamu yang kondisinya memiliki penyakit berat, kamu bisa menanyakan penerimaannya
  • kamu penasaran pendapatnya tentang poligami. Kamu bisa menanyakannya juga.

Bila kita tidak sreg dengan calon pada tahap ini kita bisa hentikan proses, berteman saja lalu mencari calon lain. Namun bila sreg, kita bisa lanjut tahap pengenalan lebih jauh tentang keluarga dan kunjungan ke keluarga masing-masing.

  1. Kenali Keluarga

Selain memperkenalkan diri, kita pun perlu menyampaikan kondisi keluarga masing-masing karena ini turut mempengaruhi penerimaan dan kesiapan masing-masing. Contoh berikut akan memberi gambaran:

Keluarga calon pria

  • Ayah dan ibu saya masih lengkap
  • Ayah saya berkerja sebagai tukang becak
  • Ibu saya berjualan gorengan
  • Terkait kondisi ekonomi keluarga, saya membantu menanggung  2 orang adik saya yang masih SMP dan SMA. Saya berencana menguliahkan keduanya
  • Kami biasa hidup sederhana
  • Kami keluarga yang hangat, harmonis, dan komunikatif
  • Orang tua saya orang yang open mind (berpikiran terbuka), kalem, santai, dan supportif. Mereka bisa bergaul dengan berbagai macam orang beserta karakter dan keunikannya. Bagi mereka tiap orang punya kelebihan, kekurangan, dan masalahnya masing-masing

Keluarga calon wanita

  • Ayah dan Ibu masih hidup tapi sudah bercerai
  • Ayah bekerja sebagai direktur
  • Ibu bekerja sebagai manajer
  • Saya punya seorang adik, dia sudah bekerja
  • Keluarga kami biasa berbahasa efektif dan kurang komunikasi.

Dari data di atas sang wanita jadi ada gambaran ke depan bahwa sebagian penghasilan suami akan terbagi untuk membantu pendidikan adiknya. Apakah sang wanita bisa dan siap menerimanya. Ia senang bisa mendapatkan keluarga baru yang hangat. Namun, apakah orang tua bisa menerima keluarga sang pria. Bisa iya bisa tidak, tergantung cara pandang orang tua sang wanita.

Dari data di atas sang pria tahu bahwa sang wanita dari keluarga kaya. Ia mungkin jadi penasaran dengan gaya hidup sang wanita, pasalnya ia sendiri terbiasa hidup sederhana. Melihat kebiasaan komunikasi keluarga sang wanita, jika sang wanita sering menggunakan bahasa efektif, sang pria bisa dan siap menerima atau tidak. Tampaknya sih orangtuanya bisa menerima kondisi orang tua sang wanita yang sudah bercerai. Karena menurut mereka tiap orang punya masalahnya masing-masing.

Kita bisa melakukan kunjungan ke rumah calon untuk berkenalan dan mengobrol dengan orang tua nya. Begitu pula sang calon mengunjungi orang tua kita. Selain untuk menjalin silaturahim dan lebih saling mengenal, kita juga bisa mengetahui penerimaan calon mertua. Dengan kunjungan ini kita juga jadi lebih tenang karena sudah tahu bahwa sang calon jelas dimana tinggalnya, jelas siapa orang tuanya. Kira-kira apa yang akan kita rasakan bila calon tampak menutupi keluarganya dan tidak mau dikunjungi? Tentu dalam hati akan timbul tanda tanya dan kecurigaan.

Jika kita bisa menerima dan orangtua kita juga_ setelah mendapatkan penggambaran kondisi orang tua calon_ memberikan sinyal positif, maka tahap berikutnya ialah saling mengunjungi keluarga. Hal ini untuk menegaskan kembali penerimaan dari masing-masing keluarga dan menyambung ikatan silaturahim. Namun, bila orangtua belum memberikan sinyal positif sedangkan kamu tetap mantap dengan sang calon, berarti saatnya kita memberi pengertian kepada orang tua. Menenangkan kekhawatiran mereka, menunjukkan argumen mengapa kita tetap mantap memilihnya.

Salah satu manfaat mengkomunikasikan kondisi keluarga calon ialah baik kita maupun keluarga bisa tau dan lebih siap mentalnya dalam menerima. Penerimaan sejak awal akan meminimalisasi potensi konflik di masa depan dan menguatkan dukungan keluarga dalam berbagai permasalahan.

  1. Musyawarahkan

Bisa jadi hati kita terbutakan oleh perasaan sehingga perlu sudut pandang dari orang lain yang netral. Hal ini membantu kita membangun pertimbangan secara lebih objektif.

Meskipun begitu, apapun masukan orang lain, hasil akhirnya tetap pada keputusan kita sendiri. Kitalah yang akan menjalani pernikahan tersebut. kita dapat menolak atau pun menerima masukan orang lain tersebut. Kitalah yang paling bertanggung jawab dengan keputusan kita sendiri, bukan orang lain.

  1. Istikharahkan

Memohonlah kepada Allah Yang Maha Mengetahui terkait calon pasangan kita. Apakah dia akan baik bagi hidup dan agama kita? Apakah dia juga baik akibatnya bagi kita?

Istikharah ini sebaiknya dilakukan sepanjang proses menuju pernikahan, mulai dari awal hingga hari H. Petunjuk dari istikharah ini bisa berupa kemantapan atau keraguan hati, kemajuan atau kemunduran proses, ditunjukkan kebaikannya atau keburukannya, munculnya ketentraman atau keresahan hati, dan tersedia atau tidaknya jalan keluar serta kekuatan ketika menghadapi jalan buntu.

KETEMU JODOHKU – Ketemujodohku.com hadir untuk membantu Anda menemukan jodoh idaman. Temukan pasangan jiwamu disini. Yuk KLIK DISINI. Hubungi Kami di 082221319666 | Email : ketemujodohku@gmail.com

 


One comment:

  1. Pingback:Cari Pasangan Siap Nikah 2018 | Ketemu Jodohku

Leave a Reply


SIGN INTO YOUR ACCOUNT CREATE NEW ACCOUNT

Your privacy is important to us and we will never rent or sell your information.

 
×
CREATE ACCOUNT ALREADY HAVE AN ACCOUNT?

 
×
FORGOT YOUR DETAILS?
×

Go up